Kamis, 10 Juni 2010

aku belajar dari mereka

Gosip pekan ini benar-benar menggemparkan dunia entertainment, membuat saya yang awalnya hobi menonton acara gosip di TV lamakelamaan menjadi bosan, gosipnya sama aja... gak jauh-jauh dari video porno itu. Hmm,,, sebenarnya hal itu justru memancing penasaran publik, membuat anak-anak ingin mendownload situs itu, dari yang awalnya gak tau jadi tau. Tiap statiun TV membicarakan hal yang sama.Membosankan !

Kalau aku pribadi, gak tertarik buat ngedownload tu video, justru ngebikin aku males kalo mau liat acara gosip (lagi).

Hari ini berbeda dengan hari biasanya, biasanya aku berlarian menuruni anak tangga di rumah hanya untuk merebut remot TV dari ayah, berebut remot TV?mungkin terlihat aneh, tapi ya beginilah pembuka pagiku tiap hari (maklum saja, ayahku menyukai berita di SCTV atau di MetroTV, sedangkan aku menyukai acara gosip). Kami sepakat, siapa yang lebih dulu bangun pagi, dia boleh menguasai TV di ruang keluarga sembari menunggu sarapan yang siapkan oleh bunda, sebagai konsekuensi yang kalah dia boleh ikut menonton atau mengalah untuk pindah. Biasanya sih aku pemenangnya, sehingga ayahku harus pindah ke ruang kerjanya untuk menonton acara berita di TV, dan tentunya hidangan makan paginya aku yang mengantar...(sebagai konsekuensinya).
Tetapi berbeda pada hari ini, hari ini tadi rasanya aku malas buat berlomba-lomba bangun pagi, acara gosip pastilah masih itu-itu saja.Sampai hafal aku dibuatnya. Rasa malas itu membuatku kalah dari ayahku, benar. Beliaulah yang tadi menguasai TV di ruang keluarga, dan aku memutuskan untuk tidak pindah, ikut menonton berita favorite ayah.

Awalnya berita yang disajikan ya mengenai politik-politik saja, atau tentang pejabat dan ekonomi negara. Benar-benar q gak ngerti apa yang orang-orang itu bicarakan, sempat bertanya kepada ayah apa maksud istilah ekonomi sana sini, tapi ayah memberikan jawaban secukupnya dan justru menyindirku " makannya, jangan cuma bisanya gosip. sekali-sekali liat berita". Muka manyunku keluar deh, abisnya nie juga dah nyoba liat brita tapi gak ngerti apa yang diomongin.huh.
Aku terus bersabar sambil menunggu hidangan makan pagiku, berharap aja ada berita tentang film-film yang baru up-to-date gitu di luar negeri. Upzz... sampai acara beritanya selesai, aku bengong aja gitu soalnya aku gak nemuin berita tentang film terbaru, tapi malahan aku nemuin berita yang cukup bikin aku miris.

Di Bali, ada seorang anak yang mengidap penyakit hydrocephalus dan masih bertahan selama 9 tahun. WHAT???
Menurut buku yang pernah aku baca, hydrocephalus adalah jenis penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal). Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.
Kalau temen-temen liat sendiri gmn keadaan anak itu mungkin temen-temen bakal berfikir seberapa beruntung kita terlahir di dunia ini dengan keadaan normal. Coba dibayangin aja, setelah divonis menginap penyakit hydrocephalus, berat cairan yang ada di otaknya bertambah mencapai 10 kg. Padahal tubuhnya sendiri sangatlah kurus, mungkin hanya 1-3 kg saja.
Beberapa hari yang lalu, bunda menyuruhku mengangkat beras 5 kg. Segitu aja aku ngerasanya berat bgt. Apalagi ayah si anak, mau mengangkat anaknya yang mempunyai berat 10 kg di kepala. Ayah sang anak adalah seorang penjual bakso didepan rumahnya, coba bisa kita bayangin. Berapa sih penghasilan tukang bakso?penghasilannya kan enggak menentu, tapi dia tetaplah bersyukur,ikhlas mau merawat anaknya ala kadarnya di rumah. Jelas, buat berobat di rumah sakit mana bisa dia mampu membayarnya, untuk mendiagnosa aja pake alat pemeriksaan computerized tomography scan (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI) karena dapat mendeteksi struktur anatomi otak, dan penyebab hidrosefalus, misalnya tumor dalam rongga ventrikel yang semua itu berkaitan dengan strategi penanganan hydrocephalus.

Segala fasilitas tadi bukan untuk org yang tidak mampu tentunya. Hanya orang yang berduit saja yang bisa menikmati. Di atas hanya sebagian alat pemeriksaan yang harganya lumayan besar untuk ukuran seorang tukang bakso, apalagi kalo untuk operasi?hahah... mereka bisa makan sehari 3 kali saja itu sudah menjadi keberuntungan, boro-boro mikirin duit untuk operasi? Sungguh malang nasib orang miskin itu.

Tapi taukah teman. Sebenarnya yang pantas dikatakan seorang miskin itu adalah kita. Kehidupan di dunia tampak kaya dan berimpah ruah, sering kali menonjolkan kekayaan orang tua. Padahal kita bisa apa? Mengeluh sana sini! Justru kitalah org yang patut dikatakan miskin, miskin rasa syukur.Sebaiknya kita bisa bercermin dari org-org yang tidak mampu tapi tetap tabah ketika mengalami cobaan dalam hidupnya. Mereka punya cinta pada Allah, yang selalu mereka jaga, terbukti mereka tetap mau merawat anaknya walau mereka sadar gak pernah ada biaya yang bisa nyembuhin dan mereka punya cinta kepada anak, titipanNya.

Bukan berarti aku menulis ini itu tanpa arti. Hari ini aku dapet point terpenting. Aku merasa beruntung terlahir dalam keadaan normal serta berkecukupan. Ingin sekali aku bisa melihat senyum tulus dari mereka. Bila Allah meridhoi aku menjadi seorang dokter, ingin rasanya mendirikan sebuah rumah sakit khusus orang yang tidak mampu, agar mereka mendapatka fasilitas kesehatan selayaknya.gratis. tapi masalah biaya?rizky itu datangnya dari Allah, aku yakin Dia pasti membukakan jalanNya. Amin :)

Terimakasih, aku belajar dari mereka ! Syukur membawa kita pada keikhlasan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar