Rabu, 08 September 2010

pindahan kamar

Q udah nyritain dari entri sebelumnya, kalau temen sekamar ku pindah ke stan, alhasil q juga harus pindah kamar, memang gini nasib menumpang, hehe
ketika temen sekamarq yang lama udah pulang, q jadi pindah kamar di kamar sebelah, bersama temen 1 sekolah juga. Bisa kita sebut dengan nama X. Q pindah ke kamarnya, lagi-lagi ngerasa enggak enak mengusik ketenangan orang, tapi mau gimana lagi, dia enggak ada masalah dan welcome-welcome aja, jujur waktu itu q ngerasa berterima kasih banget, soalnya dari SMA sebenarnya kita enggak deket namun di sana kita jadi deket.

si X udah q anggep mami q disana, gimana enggak, tiap hari ngebangunin n masakin nasi, dia udah berpengalaman banget soal ngekos-ngekos gini, dari SMP dia udah ngekos sendiri, walaupun kita sama-sama anak terakhir, tapi dia terlihat lebih mandiri, karena pengalamannya ngekosnya udah lumayan banyak.

Enggak hanya bangunin tiap saur, tapi sering kali ngebikinin susu buat q, memang dia temen yang baik, walaupun kami tidak terlalu dekt awalnya. Pernah menemaniku ke stasiun, padahal dia baru aja pulang dari kampus, dan q nyadar banget dia dalam keadaan capek, tapi q enggak nyangka dia menawarkan diri menemani ke stasiun dalam keadaam malam hari dan gerimis hujan.
Berharap tidak menyusahkannya trs dan selalu belajar hidup mandiri, memang tidak dapat dipungkiri kalo dia udah ngajarin aku banyak hal. Jarang menemukan teman sepertinya. Terima kasih teman. Berharap dapat bertemu mu lagi. :)

Ke Jakarta ; 30 Juli 2010

Tanggal 30 Juli 2010, q meninggalkan kota solo, pergi ke jakarta dengan seribu satu harapan besar. Memang, ketika q berangkat nampak semuanya berbeda. Bahkan, hari-hari menjelang saya pergi, semua nya nampak berbeda, ingin melihat suasana kamar yang belum ada perubahan, dan melihat suasana ruang keluarga yang pasti saya rindukan, pikirku saat itu.

Berangkat dengan beberapa teman, menunggu di terminal bis bersama ayah, ibu dan teman-teman menambah rasa debar-debar membayangkan hidup sendiri di kota metropolitan itu, Jakarta. Sendiri? tidak, sebenarnya q tidak sendiri, namun akan terasa sendirian ketika q mengingat senyum dan kehangatan bersama keluarga. Sebenarnya q didampingi banyak teman, teman dari asal sekolah yang sama, teman yang dapat q handalkan setiap saat. Dari sini lah q mulai mengerti arti sebuah pertemanan, siapa dia, siapa ia, siapa mereka, dan siapa saya, walaupun tidak sepenuhnya mengerti siapa mereka semua, namun cukup membuatq tidak merasa sendirian.

Kembali pada keadaan q pertama menginjakan kaki di Jakarta tanpa kedua orang tua.
Awalnya terasa asing dengan kota yang bising itu, kota itu memberikan banyak pelajaran dalam hidup. Sebenarnya ketika memulai memasuki kota itu, sudah terblesit ribuan harapan besar dibenakq, namun belum tau kapan bisa merealisasikan semua harapan itu.

Kebetulan waktu itu, q belum akrab dengan teman sekamar, merasa tidak enak hati karena harus menumpang dan mempersempit luas kamarnya. Namun saya sadar, hal ini salah satu bentuk saling membantu antar teman, memang saya tidak dapat membalas bantuannya sekarang, namun suatu saat mungkin ada kesempatan untuk membalasnya.
oiya q belum bercerita, kenapa q menumpang? q kuliah di FKUI, sedangkan waktu ospek membutuhkan waktu 1 bulan di depok, tempat FKUI berpusat di Salemba, oleh karena tidak mendapatkan tempat kos yang menerima selama 1 bulan saja, oleh karena itu menumpang di kos temen, alhasil dia mengijinkan.

Hari demi hari berlalu, q ngerasaain kedekatan dengan teman sekamar, bahkan tidak hanya teman sekamar saja. Memang keadaan saling bertemu tiap hari, berbagi cerita, tolong menolong, tertawa bersama hingga bersedih bersama menambah kedekatan kami.
bersedih bersama? ya rasa sedih itu ada ketika teman sekamarku harus diterima di stan dan meninggalkan kosan. hmm, memang terasa egois ketika q menyayangkan dia dtrima di stan, namun q tetap ngerasa seneng, ngeliat dia seneng n ngedapetin apa yang di pengenin, walaupun ini masih tahap awal dalam pencapaian cita-citanya.

Q pikir tidak masalah bila kita berbeda tempat, namun hubungan komunikasi kami tetap lah terjaga, selayaknya adik dan kakak, kami masih sering bertanya kabar dan "guyon bareng" walaupun hanya via telepon.

Jakarta memang membuatku menambahkan 1 teman baik. lagi :)

setelah vakum

2 bulan lamanya aku vakum dari dunia blog, merasa tidak sempat atau rasa malas untuk menuliskan ini itu membuatku enggan mencoba berbicara dengan blogq yang satu ini.

Untuk pertama kalinya setelah aku masuk ke bangku kuliah dan mencoba menulis ini itu lagi. 2 bulan yang lalu aku memang dalam keadaan benar-benar libur, berbeda dengan hari ini dan beberapa bulan kedepan. Menyempatkan waktu menulis itu akan q biasakan lagi.

oke, mencoba menguraikan satu demi satu perjalanan ku selama 2 bulan ini, yang tidak sempat aku tuangkan dalam tulisan di blog ini.

Senin, 14 Juni 2010

aku suka anak anak

Seharusnya aku mau posting di blog kemarin, tapi karena kemarin aku gak sempet ol di komputer, makannya sekarang nie baru sempet aku posting.

Kemarin,aktivitas di hari mingguku berbeda dengan biasanya.
Biasanya habis sholat subuh bisa molor sampe puas kalo tiap minggu, tapi kalo kemarin tu enggak. Habis subuhan cuman dapet waktu 1 jam-an lah buat nerusin molor, habis itu, harus bangun dan siap-siap ke masjid. Ke masjid minggu2?? hehehe.... hanya rutinitas pengajian yang diadain 1 bulan sekali.

Waktu bangun sih awalnya males-malesan, gak kebiasaan minggu-minggu pergi. Soalnya udah jadi aturan kalo minggu itu hari keluarga, ya sebisa mungkin disempetin di rumah bareng ma keluarga, no maen-maen gitu (kalo bisa). Tapi beda urusannya kalo menyangkut pengajian di masjid, udah jadi kewajiban malah, kalo pengajian ya sebisa mungkin disempetin buat dateng ke mesjid.

Ke mesjidnya aku gak sendirian. Ditemenin sama "mbak".Kebetulan ortu lagi gak bisa ikut, karena ada keperluan laen. "mbak" yang tadi aku maksud itu mbak ngaji. Intinya mbaknya itu org yang sering ngajarin aku ngaji, kalo di islam dikenal dengan sebutan mubalighot, kenapa aku panggilnya mbak?? ya karena kita cuman terpaut 2 tahun, tapi kalo urusan ilmu agama jelas dia lebih expert dari pada aku, maklum dia dulunya anak pondok yang di tugasin buat ngajarin ngaji di masjid-masjid. Bisa dibilang kita hampir seumuran, makannya aku nyambung bgt ma dia, sering di ingetin kalo keimanan ku baru "turun", sering dibantu dalam bnyak hal. Dia tidak hanya mengajari ku tentang agama, tapi lebih dari itu. Tentang rasa cinta kasih kepada sesama, tidak hanya kepada teman sebaya , tetapi kepada anak-anak dan orang yang jauh lebih tua walau bukan org tua kita sendiri.Kita itu udah kayak temen.

Pengajian dimulai jam 8, tapi kita dateng jam 8.30, Ustad pembicara udah naek ke mimbar. Masjid udah penuh, bahkan halaman masjidpun udah di penuhi ibu-ibu / mbak-mbak yang lagi gak sholat. Begitu masuk halaman masjid aku gak langsung masuk,tapi buru2 kita ke kamar mandi buat cuci kaki. Masuk di masjid ternyata pengajian udah di mulai. Ustad mempersilahkan untuk membuka Alquran. "Nderes" sebentar trs memaknai satu persatu ayat di Al quran itu. Ustadnya enak bgt menjelaskan masalah surga. Katanya, di surga itu segala sesuatu yang gak pernah di liat oleh mata, didengar oleh telinga, dan di rasakan oleh hati. Intinya beribu-ribu kenikmatan kita dapatkan di surga. Wlaupun ustad pembicara membawakan materinya selama 2 jam, rasanya gak bosan sama sekali. Beliau pintar dalam penyampaian, walaupun lama, tapi diselingi dengan guyonan ala ustad yang khas, maklum tidak hanya para remaja saja yang datang dalam pengajian itu, tapi ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak sampai simbah-simbah pun datang ke masjid itu, subhanallah

Anak-anak juga ikut? apa gak berisik di masjid?hmm,,, para remaja masjid situ mengelola anak-anak dengan baek. Maklum karena anak-anak biasanya ngebikin ribut dalam pengajian, mereka di ajak ke ruangan khusus agar tidak mengganggu pengajian, di sana mereka di ajari ketrampilan yang mengasah kreativitas si anak. Kebetulan, setelah ustad selesai menyampaikan materinya, aku di ajak mbak ke tempat anak-anak itu.
Di sana, aku ngeliat anak-anak yang rame bgt, berlomba-lomba menghias prakarya mreka. Kebetulan mereka diminta membuat tempat pensil dari kardus yang di robek kemudian di gulung, dan dikasih dasar. Setelah jadi tempat pensil, mereka diminta buat menghias dengan kertas hias yang berwarna-warni. Ternyata nak TK dan SD punya kreativitas yang tinggi, mereka menambahi hiasannya dengan bunga-bungaan dan berbagai gambar lainnya. Sungguh kegembiraan seorang anak itu benar-benar tulus. Mereka punya semngat dalam melakukan segala sesuatu, mereka bersih dari dosa. Dan senyum mereka menandakan kepolosan yang aku gak pernah jumpai pada orang dewasa, berbeda dengan anak-anak, orang dewasa itu penuh dengan kepalsuaan, tidak jarang kita jumpai dari mereka berlaku munafik, berbohong sana sini. Mengambil uang rakyat hanya untuk kemakmuran pribadi. Astagfirullah

Oleh karena itu, aku suka anak-anak. Mereka selalu berfikir simple, ketika mereka senang mereka akan tertawa, lari kesana kemari, hingga mereka tertidur pulas. Tapi ketika mereka sedang marah, mereka diam bahkan sampai menangis. Mereka makhluk yang paling sensitif menurutku, mereka tahu siapa orang dewasa yang jahat dan baik hati. Kepada orang jahat, mereka akan menjauh, tapi berbeda kepada orang baik, mereka akan lengket.
Dunia anak memang sulit dimengerti, ketika berada didekat mereka aku berusaha berlaku sebagai anak-anak, berusaha mengerti cerita-cerita konyol mereka, dan berusaha mengerti permainan kesukan mereka. Sebenarnya memang capek bermain dengan mereka, tapi entah kenapa hati ini terasa senang. Kepolosan mereka membuatku merasa bahagia.
Berharap suatu saat menjadi seorang ibu yang mempunyai anak selucu dan sepolos mereka. Apalagi mempunyai anak yang sholeh dan sholehah adalah mimpiku yang ingin kuwujudkan ,amin :)

Kamis, 10 Juni 2010

aku belajar dari mereka

Gosip pekan ini benar-benar menggemparkan dunia entertainment, membuat saya yang awalnya hobi menonton acara gosip di TV lamakelamaan menjadi bosan, gosipnya sama aja... gak jauh-jauh dari video porno itu. Hmm,,, sebenarnya hal itu justru memancing penasaran publik, membuat anak-anak ingin mendownload situs itu, dari yang awalnya gak tau jadi tau. Tiap statiun TV membicarakan hal yang sama.Membosankan !

Kalau aku pribadi, gak tertarik buat ngedownload tu video, justru ngebikin aku males kalo mau liat acara gosip (lagi).

Hari ini berbeda dengan hari biasanya, biasanya aku berlarian menuruni anak tangga di rumah hanya untuk merebut remot TV dari ayah, berebut remot TV?mungkin terlihat aneh, tapi ya beginilah pembuka pagiku tiap hari (maklum saja, ayahku menyukai berita di SCTV atau di MetroTV, sedangkan aku menyukai acara gosip). Kami sepakat, siapa yang lebih dulu bangun pagi, dia boleh menguasai TV di ruang keluarga sembari menunggu sarapan yang siapkan oleh bunda, sebagai konsekuensi yang kalah dia boleh ikut menonton atau mengalah untuk pindah. Biasanya sih aku pemenangnya, sehingga ayahku harus pindah ke ruang kerjanya untuk menonton acara berita di TV, dan tentunya hidangan makan paginya aku yang mengantar...(sebagai konsekuensinya).
Tetapi berbeda pada hari ini, hari ini tadi rasanya aku malas buat berlomba-lomba bangun pagi, acara gosip pastilah masih itu-itu saja.Sampai hafal aku dibuatnya. Rasa malas itu membuatku kalah dari ayahku, benar. Beliaulah yang tadi menguasai TV di ruang keluarga, dan aku memutuskan untuk tidak pindah, ikut menonton berita favorite ayah.

Awalnya berita yang disajikan ya mengenai politik-politik saja, atau tentang pejabat dan ekonomi negara. Benar-benar q gak ngerti apa yang orang-orang itu bicarakan, sempat bertanya kepada ayah apa maksud istilah ekonomi sana sini, tapi ayah memberikan jawaban secukupnya dan justru menyindirku " makannya, jangan cuma bisanya gosip. sekali-sekali liat berita". Muka manyunku keluar deh, abisnya nie juga dah nyoba liat brita tapi gak ngerti apa yang diomongin.huh.
Aku terus bersabar sambil menunggu hidangan makan pagiku, berharap aja ada berita tentang film-film yang baru up-to-date gitu di luar negeri. Upzz... sampai acara beritanya selesai, aku bengong aja gitu soalnya aku gak nemuin berita tentang film terbaru, tapi malahan aku nemuin berita yang cukup bikin aku miris.

Di Bali, ada seorang anak yang mengidap penyakit hydrocephalus dan masih bertahan selama 9 tahun. WHAT???
Menurut buku yang pernah aku baca, hydrocephalus adalah jenis penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal). Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.
Kalau temen-temen liat sendiri gmn keadaan anak itu mungkin temen-temen bakal berfikir seberapa beruntung kita terlahir di dunia ini dengan keadaan normal. Coba dibayangin aja, setelah divonis menginap penyakit hydrocephalus, berat cairan yang ada di otaknya bertambah mencapai 10 kg. Padahal tubuhnya sendiri sangatlah kurus, mungkin hanya 1-3 kg saja.
Beberapa hari yang lalu, bunda menyuruhku mengangkat beras 5 kg. Segitu aja aku ngerasanya berat bgt. Apalagi ayah si anak, mau mengangkat anaknya yang mempunyai berat 10 kg di kepala. Ayah sang anak adalah seorang penjual bakso didepan rumahnya, coba bisa kita bayangin. Berapa sih penghasilan tukang bakso?penghasilannya kan enggak menentu, tapi dia tetaplah bersyukur,ikhlas mau merawat anaknya ala kadarnya di rumah. Jelas, buat berobat di rumah sakit mana bisa dia mampu membayarnya, untuk mendiagnosa aja pake alat pemeriksaan computerized tomography scan (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI) karena dapat mendeteksi struktur anatomi otak, dan penyebab hidrosefalus, misalnya tumor dalam rongga ventrikel yang semua itu berkaitan dengan strategi penanganan hydrocephalus.

Segala fasilitas tadi bukan untuk org yang tidak mampu tentunya. Hanya orang yang berduit saja yang bisa menikmati. Di atas hanya sebagian alat pemeriksaan yang harganya lumayan besar untuk ukuran seorang tukang bakso, apalagi kalo untuk operasi?hahah... mereka bisa makan sehari 3 kali saja itu sudah menjadi keberuntungan, boro-boro mikirin duit untuk operasi? Sungguh malang nasib orang miskin itu.

Tapi taukah teman. Sebenarnya yang pantas dikatakan seorang miskin itu adalah kita. Kehidupan di dunia tampak kaya dan berimpah ruah, sering kali menonjolkan kekayaan orang tua. Padahal kita bisa apa? Mengeluh sana sini! Justru kitalah org yang patut dikatakan miskin, miskin rasa syukur.Sebaiknya kita bisa bercermin dari org-org yang tidak mampu tapi tetap tabah ketika mengalami cobaan dalam hidupnya. Mereka punya cinta pada Allah, yang selalu mereka jaga, terbukti mereka tetap mau merawat anaknya walau mereka sadar gak pernah ada biaya yang bisa nyembuhin dan mereka punya cinta kepada anak, titipanNya.

Bukan berarti aku menulis ini itu tanpa arti. Hari ini aku dapet point terpenting. Aku merasa beruntung terlahir dalam keadaan normal serta berkecukupan. Ingin sekali aku bisa melihat senyum tulus dari mereka. Bila Allah meridhoi aku menjadi seorang dokter, ingin rasanya mendirikan sebuah rumah sakit khusus orang yang tidak mampu, agar mereka mendapatka fasilitas kesehatan selayaknya.gratis. tapi masalah biaya?rizky itu datangnya dari Allah, aku yakin Dia pasti membukakan jalanNya. Amin :)

Terimakasih, aku belajar dari mereka ! Syukur membawa kita pada keikhlasan !

Selasa, 08 Juni 2010

everything belongs to God

Seorang teman berkata kepadaku "hanya menulis bisa membuat hati kita lega"

Aku mencoba untuk mengikuti saran seorang teman kepadaku. Menulis.
Mungkin secara sederhana akan akan menguntaikan sedikit apa yang aku rasakan atau aku pikirkan akhir-akhir ini.

Sempat tempo hari aku berkunjung ke toko buku gramedia,solo. Membaca sebenarnya bukan hobiku, tetapi tidak ada salahnya jika aku mencoba mengenal beberapa buku yang menurutku bisa menarik minat bacaku saat ini karena aku akan terjun ke dunia yang menuntutku untuk trs membaca (nantinya) tentunya membuatku memaksakan diri (untuk saat ini) selalu membaca. Buku yang menjadi fokusku dalam mengisi liburanku saat ini adalah buku kesehatan ataulah buku islam.
Buku kesehatan untuk menunjang studyku kelak, sedikit mengenal istilah penyakit hingga obat-obatan (yang saat ini sama sekali aku tidak mengerti apa guna dan manfaatnya) menjadi menu bacaan ku di waktu senggang.
Buku yang kedua adalah tentang buku islam, menurutku kehidupan dunia dan akhirat itu haruslah berjalan secara seimbang, walaupun aku menyadari bahwa sebagai manusia, untuk mempertahankan keimanan hingga kesempatan hidup pun berakhir sangat lah sulit, "Imannu Yazidu Wayankusu" keimanan itu naik turun, bila kita tidak berusaha untuk selalu menjaganya, mengingat asma Allah dalam keadaan apapun, mungkin saja kita terlalu terbuai dengan kehidupan duniawi, oleh karena itu membaca buku/novel islam bisa menambah pengetahuanku.Selain itu, memang kita tetap harus mengkaji Quran Hadist agar kefahaman mengenai islam bertambah.

Waktu itu, langkah kakiku menuju ke arah rak buku islam, banyak buku islam yang aku jumpai, dari pengetahuan islam mengenai istri yang sholehah, hadist bukhori, buku yang menjelaskan bagaiamana gambaran seorang wanita pada surat an nisa, sampai tumpuka quran-quran terjemahan pun aku lihat di sana. Tapi dari banyaknya buku islam di sana, aku paling tertarik pada bahasan mengenai remaja muslimah. Aku lupa apa judul buku itu, tapi yang aku ingat, pada cover belakang buku itu menjelaskan tentang cinta. Si penulis memberikan pertanyaan yang janggal aneh pada cover belakang buku itu " mengapa kata jatuh harus berada di dekat kata cinta? bukankah bila kita jatuh itu sakit? dan mengapa kata mati itu juga selalu berada beriringan dengan kata cinta? (cinta mati) bukankah mati itu menyedihkan?"
hmm. sekilas aku membaca cover belakang buku itu, tapi buru2 ayah dan bundaku memanggilku dan mengajakku segera pulang, karena waktu sudah menunjukan hampir jam 9, dan tentunya toko buku hendak mematikan semua lampunya.

Hingga detik ini pun kata kata di cover belakang buku itu masih terngiang ngiang di kepalaku. cinta?? apa itu cinta?? sempat dulu waktu aku kelas 3 sma aku melontarkan pertanyaan ini kepada teman dekatku, alhasil, mereka menertawakanku, pertanyaan bodoh macam apa yang baru saja aku lontarkan, bahkan mereka bilang padaku, naif ! (walaupun sampai sekarang aku tidak tahu apa sebenanya arti kata naif itu) adu pendapat mengenai definisi "cinta" itu pun menjadi perdebatan yang membuat teman-temanku memasang muka sebal padaku, bagaimana tidak, aku ngotot agar mereka menjelaskan padaku, tetapi mereka bilang "CINTA ITU TIDAK BISA DIDEFINISIKAN". Sejenak aku diam, dan berusaha mencerna sendiri apa maksud perkata mereka itu.

Pikirku saat itu, mungkin suatu saat pertanyaanku pasti terjawab, tanpa aku harus membuat teman dekatku meradang. Dan segera aku mengganti topik pembicaraan kita.

Memang, sekarang aku masih anak bawang yang berumur belasan tahun dan tidak pantas berbicara mengenai "cinta", belajar tetaplah menjadi prioritasku tentunya, tetapi tidak ada salahnya bila aku ingin belajar sedikit mengerti tentang "cinta"
Sejauh apa yang aku amati sekarang, "ketika kita kehilngan seseorg, baru kita bisa menyadari seberapa besar cinta kita!"

Hanya sedikit saran bagi teman-teman yang membaca blog ku ini, sebaiknya syukuri apa yang kita miliki sekarang. Jangan menyianyiakan apapun dan siapapun, karena mereka adalah kunci kita dapat tersenyum untuk saat ini, dan untuk masa yang akan datang.
Tetapi apabila kita haruskah merasakan kehilangan, hahaha... bodoh bila kita bersedih, apa yang perlu hilang, jika memang kita tidak pernah punya apapun, mereka adalah titipanNya. IKHLASKAN! everything belongs to God !
:)

Jumat, 28 Mei 2010

the opener

good morning..

It's the opener from me in my blog

I think this is my fist posting in my blog.
From this blog, I will share about everything.
it's not because I want you know everything from me, but It's just because I want study to write what I want, n want I think. Cz, I think if I don't start from now, I can't be honest with my self. Everyone can lie with other person about his/her mind. but Can we lie with our self?

thank you...