Senin, 14 Juni 2010

aku suka anak anak

Seharusnya aku mau posting di blog kemarin, tapi karena kemarin aku gak sempet ol di komputer, makannya sekarang nie baru sempet aku posting.

Kemarin,aktivitas di hari mingguku berbeda dengan biasanya.
Biasanya habis sholat subuh bisa molor sampe puas kalo tiap minggu, tapi kalo kemarin tu enggak. Habis subuhan cuman dapet waktu 1 jam-an lah buat nerusin molor, habis itu, harus bangun dan siap-siap ke masjid. Ke masjid minggu2?? hehehe.... hanya rutinitas pengajian yang diadain 1 bulan sekali.

Waktu bangun sih awalnya males-malesan, gak kebiasaan minggu-minggu pergi. Soalnya udah jadi aturan kalo minggu itu hari keluarga, ya sebisa mungkin disempetin di rumah bareng ma keluarga, no maen-maen gitu (kalo bisa). Tapi beda urusannya kalo menyangkut pengajian di masjid, udah jadi kewajiban malah, kalo pengajian ya sebisa mungkin disempetin buat dateng ke mesjid.

Ke mesjidnya aku gak sendirian. Ditemenin sama "mbak".Kebetulan ortu lagi gak bisa ikut, karena ada keperluan laen. "mbak" yang tadi aku maksud itu mbak ngaji. Intinya mbaknya itu org yang sering ngajarin aku ngaji, kalo di islam dikenal dengan sebutan mubalighot, kenapa aku panggilnya mbak?? ya karena kita cuman terpaut 2 tahun, tapi kalo urusan ilmu agama jelas dia lebih expert dari pada aku, maklum dia dulunya anak pondok yang di tugasin buat ngajarin ngaji di masjid-masjid. Bisa dibilang kita hampir seumuran, makannya aku nyambung bgt ma dia, sering di ingetin kalo keimanan ku baru "turun", sering dibantu dalam bnyak hal. Dia tidak hanya mengajari ku tentang agama, tapi lebih dari itu. Tentang rasa cinta kasih kepada sesama, tidak hanya kepada teman sebaya , tetapi kepada anak-anak dan orang yang jauh lebih tua walau bukan org tua kita sendiri.Kita itu udah kayak temen.

Pengajian dimulai jam 8, tapi kita dateng jam 8.30, Ustad pembicara udah naek ke mimbar. Masjid udah penuh, bahkan halaman masjidpun udah di penuhi ibu-ibu / mbak-mbak yang lagi gak sholat. Begitu masuk halaman masjid aku gak langsung masuk,tapi buru2 kita ke kamar mandi buat cuci kaki. Masuk di masjid ternyata pengajian udah di mulai. Ustad mempersilahkan untuk membuka Alquran. "Nderes" sebentar trs memaknai satu persatu ayat di Al quran itu. Ustadnya enak bgt menjelaskan masalah surga. Katanya, di surga itu segala sesuatu yang gak pernah di liat oleh mata, didengar oleh telinga, dan di rasakan oleh hati. Intinya beribu-ribu kenikmatan kita dapatkan di surga. Wlaupun ustad pembicara membawakan materinya selama 2 jam, rasanya gak bosan sama sekali. Beliau pintar dalam penyampaian, walaupun lama, tapi diselingi dengan guyonan ala ustad yang khas, maklum tidak hanya para remaja saja yang datang dalam pengajian itu, tapi ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak sampai simbah-simbah pun datang ke masjid itu, subhanallah

Anak-anak juga ikut? apa gak berisik di masjid?hmm,,, para remaja masjid situ mengelola anak-anak dengan baek. Maklum karena anak-anak biasanya ngebikin ribut dalam pengajian, mereka di ajak ke ruangan khusus agar tidak mengganggu pengajian, di sana mereka di ajari ketrampilan yang mengasah kreativitas si anak. Kebetulan, setelah ustad selesai menyampaikan materinya, aku di ajak mbak ke tempat anak-anak itu.
Di sana, aku ngeliat anak-anak yang rame bgt, berlomba-lomba menghias prakarya mreka. Kebetulan mereka diminta membuat tempat pensil dari kardus yang di robek kemudian di gulung, dan dikasih dasar. Setelah jadi tempat pensil, mereka diminta buat menghias dengan kertas hias yang berwarna-warni. Ternyata nak TK dan SD punya kreativitas yang tinggi, mereka menambahi hiasannya dengan bunga-bungaan dan berbagai gambar lainnya. Sungguh kegembiraan seorang anak itu benar-benar tulus. Mereka punya semngat dalam melakukan segala sesuatu, mereka bersih dari dosa. Dan senyum mereka menandakan kepolosan yang aku gak pernah jumpai pada orang dewasa, berbeda dengan anak-anak, orang dewasa itu penuh dengan kepalsuaan, tidak jarang kita jumpai dari mereka berlaku munafik, berbohong sana sini. Mengambil uang rakyat hanya untuk kemakmuran pribadi. Astagfirullah

Oleh karena itu, aku suka anak-anak. Mereka selalu berfikir simple, ketika mereka senang mereka akan tertawa, lari kesana kemari, hingga mereka tertidur pulas. Tapi ketika mereka sedang marah, mereka diam bahkan sampai menangis. Mereka makhluk yang paling sensitif menurutku, mereka tahu siapa orang dewasa yang jahat dan baik hati. Kepada orang jahat, mereka akan menjauh, tapi berbeda kepada orang baik, mereka akan lengket.
Dunia anak memang sulit dimengerti, ketika berada didekat mereka aku berusaha berlaku sebagai anak-anak, berusaha mengerti cerita-cerita konyol mereka, dan berusaha mengerti permainan kesukan mereka. Sebenarnya memang capek bermain dengan mereka, tapi entah kenapa hati ini terasa senang. Kepolosan mereka membuatku merasa bahagia.
Berharap suatu saat menjadi seorang ibu yang mempunyai anak selucu dan sepolos mereka. Apalagi mempunyai anak yang sholeh dan sholehah adalah mimpiku yang ingin kuwujudkan ,amin :)

1 komentar: